Talkshow di Gramedia


Hari Sabtu, 5 September 2009, siang hari. Sebuah sms mengejutkan saya. “Pak Sore ini talkshow di Gramedia Matraman. TKS”

Saya terkesima. Kaget, bukan main. Sms itu dari Tri, editor di Qultum Media yang menerbitkan buku saya, Hikmah Sabar. Buku ini diambil dari hampir separo di blog ini. Sepekan sebelumnya, saya memang sempat di sms tentang rencana tersebut. Tetapi, setelah itu tidak ada kabar tentang jadi-tidaknya acara itu.Buku Hikmah Sabar

Karena tidak ada follow up, saya sejak pagi, tidak mengagendakan acara itu dalam “trip” Sabtu itu. Biasanya, Sabtu-Minggu memang hari untuk keluarga. Jadi, ya kami membuat rencana bersama. Setelah mengambil ijazah anak saya, saya berencana ke sebuah developer untuk mengambil uang “tanda jadi” yang saya batalkan.Tri dan Pracoyo

Menjelang pukul 14.00 saya hampir tiba di lokasi yang dituju, ketika sms tadi “mendarat.” Saya kalang kabut, karena hanya tinggal sekitar 20 menit, pemberitahuan itu sampai. Saya langsung membelokkan mobil ke arah Matraman, Jakarta Timur. Saya katakan, setengah jam mudah-mudahan bisa sampai di lokasi.

Anak mulai terkantuk-kantuk. Istri di belakang sudah rebahan, setelah semalam muntah-muntah dan paginya diare. Mereka tidak tahu, bagaimana mobil melaju. Beruntung jalanan lancar. Sampai di Gramedia, langsung naik ke lantai 2. Tanpa basa-basi dengan panitia, saya langsung naik ke panggung.

Inilah pertama kali melakukan promosi buku saya. Ditemani Tri, yang menjadi moderator, saya sampaikan tentang riwayat buku tersebut. Saya tergopoh-gopoh, belum tenang benar ketika menyampaikan “orasi”. “Abi gugup ya,” kata istri saya.

Saya sebenarnya tidak gugup, tetapi lebih pada kurang siap karena tanpa persiapan. Apa yang bisa disampaikan, terasa biasa saja. Eh, ternyata sambutan audience lumayan. Seorang penanya, Pak Hambali, membuat saya terkejut. “Buku Bapak ini sepertinya diperuntukkan untuk orang-orang yang cerdas Pak. Ya, di buku ini tidak ada arahan atau guidelines bagi pembaca untuk menemukan hikmah dari cerita-cerita yang ditampilkan,” katanya. Saya tertegun.

Yang kedua, memberi masukan agar lebih banyak memasukan ayat ataupun hadis untuk menguatkan kisah yang ditampilkan. Wah, ini yang saya kemblai berpikir. Sanggup nggak ya?

Penanya berikut seorang dari Sumatera Utara, Pasaribu. Dia bertanya, kriteria apa hingga seorang tokoh bisa ditampilkan dalam buku saya? Hemm, saya nggak bisa memberi kreteria. Karena semua tokoh yang saya tampilkan adalah nyata, dan dekat dengan saya. Saya menjadi agak berat bila harus menyebutkan kriteria. Semua bisa, asal menarik dan menyentuh hati saya.

Mudah-mudahan acara berikutnya, jika masih ada, jauh lebih baik ah…. Insya Alloh.Talkshow di Gramedia Matraman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s