Misteri Hati Perempuan…


Apa rasanya, berpisah dengan suami selama 20 hari? Jika suami sedang dinas ke luar kota atau luar negeri, mungkin tidak terlalu sedih. Tetapi, jika suami dikurung di dalam tahanan, apa yang bisa Anda rasakan? Mungkin ada baiknya kita tanya saja kepada Ny Ida Laksmiwati, istri Antasari Azhar itu.

Ya, AA baru saja diperpanjang masa tahanan setelah menjalani 20 hari yang mungkin terasa amat panjang. Ny Ida mungkin harus tabah. Harus bersabar. Jika tidak, wah, entah apa yang terjadi. Ya, bagaimana tidak bila perubahan status dari seorang istri pejabat yang selalu mendapat pujaan, tiba-tiba harus menjadi sorotan negatif? Ia memilih diam, tak mau mengungkapkan keguncangan atau juga ketenangan jiwanya. “Tanya saja langsung ke penyidik ya…Saya nggak mau berkomentar kan sudah ada pengacaranya,” ucap Ida sambil bergegas masuk ke dalam mobilnya, seperti ditulis Warta Kota.

Akhir pekan lalu merupakan batas waktu 20 hari masa penahanan di ruang tahanan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Antasari terjerat kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Nasrudin ditembak mati di dalam mobilnya sepulang dari bermain golf di Moderland, Tangerang.

Perempuan semacam Ny Ida, mungkin berhati baja. Setidaknya bisa kita lihat bagaimana ekpresi dia ketika tampil di layar tv. Tidak ada guratan kesedihan di wajahnya. Tidak ada suara parau akibat menahan sedih, misalnya. Entah kenapa, beberapa media lantas membandingkan Ny Ida dengan Hilary Clinton. Barangkali karena kedua suami mereka sama-sama public figure. Adapun alasan suami mereka terlibat asmara dengan perempuan lain, sepertinya kita harus bersabar mendengar dakwaan jaksa, hingga vonis pengadilan keluar.

Sambil menunggu proses hukum itu, mari kita tengok bagaimana sih ribetnya memiliki suami yang menjadi tokoh publik itu. Selain harus mendorong karir suami, istri juga harus bisa membagi hati jika suaminya lebih banyak mengurus urusan publik dibanding mengurus rumah tangga. Repotnya lagi, suami banyak dihantam kritik, bahkan juga intrik, istrilah yang menjadi penyiram hati suami yang mendidih.

Banyak orang percaya, bahwa di balik kesuksesan suami yang gemilang, selalu ada perempuan yang kuat menjadi pendorong di belakangnya. Apa benar begitu?

Saya termasuk yang tidak setuju 100 persen. Bahwa pasangan memiliki andil besar dalam memajukan suami, memberi motivasi, dan mendorong mental suami, itu benar. Hanya saja, kesuksesan juga ada pada lelaki itu sendiri. Meski pasangan perempuannya mendorong sekuat buldoser, jika lelaki itu mudah tunggang langgang, juga tidak akan ada artinya.

Satu lagi, letak ketidaksetujuan adalah bahwa tidak sedikit lelaki yang jatuh, justru karena perempuan pula. Ingat kasus anggota DPR Yahya Zaini yang akhirnya harus mengakhiri karir politiknya yang gemilang setelah skandal asmaranya dibongkar oleh Maria Eva. Justru perempuan yang selama ini kencan dengannya secara tak sah.

Jadi, bila begitu pria itu maju karena perempuan dan jatuh juga bisa karena perempuan? Kita harus berani mengatakan “ya”. Karena contohnya cukup banyak. Toh ada karir suami yang tiba-tiba lenyap, setelah ia menikah lagi. Bukan pernikahan lagi yang membuat lelaki itu menjadi sirna, tetapi mungkin lingkungan yang belum siap menerima pria melakukan poligami. Ya, contohnya AA Gym itu. Tak ada yang berkurang pada ustad asal Bandung itu. Ilmu, kharisma, dan keterkenalan tidak berkurang. Yang hilang adalah respek masyarakat yang menganggap dia telah melukai hati perempuan. Ya, karena mayoritas masyarakat kita belum bisa menerima poligami.

Nah, lantas bagaimana menempatkan perempuan? Bagi laki-laki, perempuan adalah ujian. Siapa yang tidak bisa menahan godaan perempuan, bisa tergelincir. Siapa yang memperdaya perempuan, siap-siap pula mendapat malu. Siapa yang melukai hati perempuan, siap-siap pula akan menyesal.

Bagi laki-laki yang berstatus sebagai suami, istri adalah tambatan hati. Istri adalah belahan jiwa. Tempat hati lelaki mendapatkan ketenangan. Tempat ego laki-laki mendapatkan pedal rem. Tempat kesombongan berubah menjadi kelembutan.

Karena itu, perempuan yang kita nikahi secara sah, bisa menjadi kawan berkarir. Bahkan menjadi sahabat terbaik baik di saat hati terguncang, atau di saat akal mulai tumpul. Ya memang Sang Kholik membuat kodrat begitu. Wanita mendapatkan ketenangan di sebelah suami.

Untuk menjadi perempuan dengan hati yang tenang, jelas tidak mudah. Saya harus mengambil contoh orang yang paling saya kenal, melebih istri saya sendiri. Ya dialah Ibu saya sendiri. Ibu saya (mudah-mudahan Alloh mengampuni dosa-dosanya), senantiasa tersenyum meski memiliki masalah seperti apapun. Dia marah, tetapi tidak pernah meledak-ledak. Ibu saya jika marah hanya sekali atau dua kali saja dengan nada tinggi. Setelah itu, dia lembut. Terhadap suaminya, sepertinya dia bisa lebih tegas. Kuncinya? “Sabar. Urip kui kudu sabar,” katanya. Hidup itu mesti sabar…

3 pemikiran pada “Misteri Hati Perempuan…

  1. Jangankan ditinggal ke penjara.. ditinggal dua hari aja dinas ke luar kota.. rasanya seperti udah bertahun-tahun..

  2. dibalik kesuksesan seorang suami, selalu ada istri yang kuat yang mendukungnya…
    tentu saja itu benar..absolutely…
    kalau seorang suami jatuh karena istri, itu berarti karena memang dy kurang beruntung, istrinya yang gak baik, atau dy yang kurang bisa menuntun istrinya…hehe…
    tapi itu justru membuktikan pengaruh yang besar seorang istri terhadap suami..
    jadi kalau suaminya sukses, memang benar kan ada pengaruh istri yang kuat yang selalu mendukungnya…
    maka wahai kaum lelaki,
    pandai pandailah kalian menuntun istri…
    dan para istri, jangan ngeyel kalau dikasih tau suami:p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s